Jumat, 01 Januari 2016

Cerita Hari Ini



Cerita hari ini
Kali ini bukanlah sebuah puisi ,,
Namun sebuah cerita dari sahabat lama yang menyentuh hati
Dari sini kutunjukkan kau apa arti dari sebuah kedewasaan diri,
Bahwa  yang kau pikir semata-mata semua yang telah kau alami adalah mimpi buruk yang menggerogoti hati
Namun tak lain itu adalah sebuah ujian dari Sang Illahi
Dimana kamu akan merasakanya dan menyadarinya nanti
Ketika kamu telah sendiri benar-benar sendiri tanpa orang tuamu menemani,,

Bukan persoalan waktu dan sesuatu yang membuat kamu sedih
Namun sebuah penyadaran diri untuk lebih tangguh nan gigih
Yahh,, disinilah persoalan rumit nan perih
Ayah bunda mu tak pernah merintih
Ataupun menanyakan kabar tentang kamu yang telah letih
Katamu itu sebuah petir yang membuat pedih

Namun yakinlah takkan ada orang tua yang ingin anaknya tidak bahagia…
Ini hanyalah proses yang dapat membuat kamu menyadarinya
Sejujurnya mereka juga tau perasaan buah hatinya
Jika kamu hanya terus dan terus memandang dari sebelah mata
Dari sisi luarnya saja
Maka itulah sebenar-benar malapetaka yang menjerumuskan kamu akan siksa
Siksa batin yang mana kamu tak pernah tahu dan tak menyadarinya


Dari sini aku berikan kamu nasehat wahai sahabat
Ini lah jalan hidup yang harus kau beri hormat
Pada siapa kelak kamu akan berlabuh untuk selamat
Jika tidak dengan orang tuamu kamu terikat??

Yakinlah,,,positiflah,,,kamu lebih baik 100 kali lebih baik dari mereka
Orang-orang yang tidak memiliki ibu dan bapa
Mereka mati-matian bermimpi untuk mendapatkannya
Hanya bisa memimpikanya
Namun nestapa ,,,itu takkan pernah ada
Jadi kenapa kamu tidak belajar dari kepedihan mereka
Dimana kamu telah banyak sekali dukungan dan berbagai limpahan kasih sayang yang selama ini dari orang tua?

Disini akhir cerita,,
Kuberitahu kau arti sebuah cinta
Cinta sejati bukanya sebuah obsesi diri nan menjadi api
Namun cinta sejati adalah rela memberi bukan diberi
Salam cinta dari hati untuk sahabatku yang sedang merenung diri
Merekahlah bak bunga mawar di pagi hari
Laksana peri yang menyemangati sepucuk cinta dari embun pagi…
Kamu bisa melaluinya dengan berani
Yakinlah pada diri sendiri
Salam dari diri ini yang mungkin takkan bisa memberimu daripada hanya sebuah puisi dan imaji
:)


5 komentar: