Minggu, 27 November 2016


TOPENG

Ungkapan kata sejatinya adalah ungkapan hati dan pikiran yang saling terakumulasi menjadi satu kesatuan

Selayaknya mata memandang yang akan terus merefleksikan cahaya oleh berkas sinarnya

Semua serasa seperti momok sistem yang saling terkait satu antara lainya

Demikian rupa dan segala isinya

Seakan perbedaan pandang yang termuat 

Adalah setiap bait yang tersirat

Namun pandang hanyalah pandang

Tak bermakna tak bersuara

Bak topeng yang diam tergurat wajah bayang yang saling mengikat

Setiap siratanya adalah makna yang hanya tergambar

Bukan sosok sebenarnya yang sejatinya terpandang

Biarlah kata dan fikiran yang saling terka yang mampu menyuarakanya

Namun keterkaan siapa sangka yang tersua adalah jati diri yang sebenarnya

Hanya tutur dan pembuktian yang akan menyuarakan sebenarnya



Puncak-Nya

Ketika senja dan fajar adalah 2 perbedaan tipis dalam penglihantanya
Sama halnya dengan awan dan kabut yang sama putih dan rupanya
Demikian adanya dengan sisi lain yang belum terkuak seperti apa keterpiawaian untuk saling membeda diantara kediamanya

Seperti kabut kabut yang menyerubut tak tentu arah dan tujuan

Hanya ,,untuk membedakan dimana kebenaran dan kesalahan yang selama ini terbuang entah kemana tak terlihat mata

Bahkan sisi kehidupan ini sesaat pula terasa sulit karena hanya menyerupai yang diserupai oleh rasa keterasaan asa

Masa masa yang sulit terlihat biasa saja

Namun keterbelakangan serasa seperti istimewa

Inikah yang dinama dengan fana

Tatapan kosong dan terbuka seperti serasa sama

Tak dapat membeda bahkan membela

Yang terasa hanya satu tujuan nyata

Penuh kelurusan jiwa nan satu impian bernyawa
Itulah keindahan nan sebenarnya
Wahai jiwa jiwa penerus asa
Teruslah berkobar didalam kibaran bendera di pucuk sana
Bahwasanya hanya langkah pasti yang selama ini dicari
Teruslah berada dipuncak tertinggi
Dengan satu tujuan pasti
Dia lah yang selalu dinanti
Wahai Illahi Rabbi,,,,


PERJALANAN KE CAMBODIA
 Cerita ini berawal ketika saya memutuskan untuk mengikuti program exchange camp leader yang diadakan oleh organisasi saya namanya adalah GREAT (GERAKAN KERELAWANAN INTERNASIONAL). Awalnya senior saya menawarkan untuk berangkat pada tahun 2015 lalu namun karena ternyata persiapan belum matang akhirnya sampailah di bulan 24 Juli 2016 saya memutuskan untuk pergi ke Cambodia. Inilah perjalanan traveling saya dimulai. Pergi ke negara lain dengan kegiatan yang bermakna adalah keinginan yang begitu ingin saya wujudkan.
Perjalanan di Cambodia adalah perjalanan yang tak kan terlupakan selama hidup ini. Bagaimana tidak dengan penuh perjuangan dan perjalanan sendiri yang begitu melelahkan akhirnya berujung dengan pengalaman dan ilmu yang tak ternilai. Hampir 3 bulan lamanya menunggu untuk bisa mengikuti kegiatan Exchange Camp Leader ini. Traveling sekaligus melakukan pengabdian dengan membawa nama bangsa adalah perasaan bangga tersendiri. Indonesia ternyata bukanlah satu-satunya negara yang masih berkembang, penduduknya berkulit cokelat, memiliki 2 musim, dan masih kurang dalam hal pendidikan dan lainya,  inilah negara yang hampir 70% mirip dengan Indonesia adalah Cambodia. Cambodia adalah negara dengan status masih berkembang dengan kebanyakan penduduknya dihuni oleh sebagian kalangan Cina dan Mongol masih sama seperti Indonesia. Namun mayoritas penduduk negaranya adalah Budha, kita bisa menemukan banyak pagoda dimana-mana namun untuk masjid hanya di sebagaian daerah khusus muslim. Bahasa mereka adalah Bahasa Khmer yang susah dipahami oleh orang awam  seperti saya. Rumah-rumah kebanyakan di daerah pedesaanya masih menggunakan kayu dan panggung namun jangan salah rumah kayu dianggap lebih mahal dan bergengsi dibandingkan rumah dengan bangunan tembok disana. Hewan yang banyak ditemukan adalah jenis sapi putih, yang mengherankan adalah jenis sapi disana sangat kurus dan selalu dbiarkan dipinggir jalan untuk mencari makan sendiri. Orang-orang Cambodia tergolong sangat ramah dan senang membantu terutama dengan foreign atau pendatang. Terdapat cerita yang sangat mengharukan dan sangat konyol dengan penduduk Cambodia disana. Namun pada awal ini akan saya ceritakan bagaimana awal kedatangan saya menuju negara Seribu Pagoda itu.

Perjalanan saya berawal dari Jogja dengan menaiki kereta dari Stasiun Tugu menuju ke Jakarta Stasiun Gambir. Masih ada 1 jam untuk menunggu kereta, sebelah saya adalah seorang bapak separuh baya yang sangat sopan. Beliau mulai berkenalan dan menceritakan kisah hidupnya dan mulai percakpan dengan bertanya-tanya tentang asal-usul saya. Traveling memang memiliki bumbu tersendiri ketika dapat berkenalan dengan orang yang belum pernah diketahui sebelumnya. Akhirnya bapak bapak yang belum sempat saya ketahui namanya tersebut masih lama kereta nya dibandingkan saya padahal sebelumnya bapak itu mengatakan “ hayo mbak duluan siapa keretanya, nanti saya pasti duluan …” saya hanya tersenyum kecil dalam hati.  Perjalanan yang menempuh 7 jam tersebut sangat menyenangkan. Sampai di Jakarta lumayan terkejut dengan keadaan yang berbeda dari 3 tahun lalu  ketika saya ke Jakarta dulu. Lebih bersih dan lebih tertata. Namun masih sama dengan orang orang yang sangat ramai . Flight yang diharuskan transit d Kuala Lumpur adalah pengalaman pertama yang sedikit membuat saya nervous. Pasalnya bandara yang besar dan membingungkan. Namun setelah sampai disana akhirnya lega karena tidak sesulit yang dibayangkan. Manusia memang sering membayangkan dulu sebelum melakukan. Ini pelajaran pertama yang dapat diambil. Sampai di Kuala Lumpur hampir sedikit kagum karena negara ini satu tingkat lebih maju dibandingkan Indonesia. Memiliki banyak pohon kelapa sawit yang melimpah. Penghasilan rata-rata yang melebihi buruh Indonesia. Bahasa yang hampir mirip yaitu melayu namun masih tetap berbeda dengan Bahasa Tanah Air Indonesia. Awal bertemu orang Malaysia memang sangat ramah apalagi sama sama muslim, namun ketika ditanya “Awak orang mana?” ,,”Indonesia” jawabku. Mereka langsung mengerutkan muka. Entah karena sudah menjadi berita turun temurun bahwa Indonesia dan Malaysia sering terdapat perebutan daerah atau karena masalah TKI dan lainya 
Menuju Cambodia sangat menyenangkan pasalnya di pesawat bersebelahan dengan white baby dari Jepang. Lucu,,dan imut,,suka anak kecil . Mengobrol dengan ibunya yang sedikit bisa berbahasa Inggris. Namun sangat ramah kebiasaan orang Jepang. Sesampai di Cambodia perasaan haru tersendiri, tanah merah yang menjadi ciri khasnya dan bangunan yang dominan berwarna kuning memliki cita rasa tersendiri bahwa saya sudah sampai Cambodia.

Dibandara sempat bingung untuk mencapai arrival gate. Dimarahin petugas karena tidak bisa Bahasa Cambodia hh menggelikan. Akhirnya di pintu keluar dijemput oleh staff CYA (CAMBODIA YOUTH ACTION) Mr Thangdy namanya. Orang yang baik, sedikit bicara, cool, pelindung, dan gentelmant. Naik tuk-tuk pertama kali untuk sampai di office CYA. Perasaan yang sangat menyenangkan akhirnya naik tuk tuk juga,, inikah yang namanya tuk-tuk.. aku terkagum yaitu kendaraan roda 3 yang hampir sama dengan becak motor :). Hal yang paling mengherankan adalah, Cambodia bukan Eropa, namun mata uangnya adalah dolar dan Riel. Satu lagi, naik tuk tuk 5 menit bayarnnya serupa dengan perjalanan jogja semarang dengan bis patas . Transportasi Cambodia memang paling mahal, mungkin perlu untuk membawa motor sendiri untuk traveling disini hhh. Di jalanan Phnom Phen yang merupakan ibu kota Cambodia masih terlihat seperti Jakarta tahun 70 han. Bukan apa apa memang kenyataanya seperti itu, mungkin dikarenakan adanya insiden pembantaian orang orang cendekia sekitar 10  tahun yang lalu. Namun jangan heran mobi mobil mewah sangat banyak ditemukan disana. Sampai di office istrahat. Malam diajak berkeliling Phnom Phen dengan motor matic Cambodia dan dinner dengan makanan China. Terong bakar dengan bumbu kacang memiliki selera yang sangat mantab untuk malam itu. bertemu dengan partner nge camp bareng Banha namnaya (Cakep, pintar, namun sedikit,,,haha/0). Mengobrol bersama sama.
Satu hari di Cambodia sangat bersemangat, melanjutkan perjalanan menuju ke CYA learning Center yaitu salah satu project CYA tentang education. Sarapan pagi adalah KFC , karena susah menemukan makanan halal disana. Perjalanan di Kampot Province sekitar 4 jam menggunakan mobil van. Perjalanan dimulai. Berhentilah di sebuah toko roti di perbatasan Phnom Phen. Roti yang masih membuat kangen adalah roti bantal Cambodia hh.
Sampai di sana akhirnya bertemu dengan teman dari Indonesia yang juga menjadi relawan disana kak Lutfi, saling curhat dan sangat kangen Indonesia …. 2 Hari disana saya diajak untuk langsung mengajar anak anak. Sangat mengagumkan anak anak disana benar benar. Satu jam sebelum kelas dimulai sudah berangkat, kalua anak anak Indonesia mungkin satu jam sesudah baru berangkat . Selalu bersemangat mengikuti kegiatan pembelajaran. Pintr pintar. Dari anak anak TK, SD, SMP. Tempat ini memang sengaja dibangun sebagai pusat belajar Bahasa Inggris untuk anak anak di sekitar pasalnya tempat ini adalah tempat kelahiran presiden CYA yang memiliki inisiatif untuk mencerdaskan anak-anak di daerahnya. Pengajarnya adalah semua relawan dari berbagai negara. Termasuk saya yang sedang ada disana.. Kangen mereka . Pelajaran yang diberikan adalah pelajaran tingkat umum yang lumayan untuk dipelajari anak anak seumuran mereka. Kagum sekali andaikan Indonesia memiliki anak anak yang secerdik mereka,, semoga bisa terlaksana . Satu jam telah selesai untuk mengajar mereka. “Thank you Teacher” kata mereka si imut kecil kecil menggemaskan,, ngangenin …sayang mereka . Hampir satu minggu disana untuk mengajar Bahasa Inggris.
 
(mengajar di kelas)
















Sampailah pada project yang memang tujuan utama saya diajukan sebagai Camp Leader, yaitu di daerah kampong pinggiran yang berbatasan dengan Laut Vietnam. Kampoot Province Trapaeng Shangke Community namanya. Penduduknya sebagian besar adalh muslim. Muka dan cara melakukan sosialisasi dengan orang lain lebh mirip dengan orang Malaysia, entah karena mungkin masih terpengaruh oleh kebudayaan Malaysia atau karena memang kultur yang seperti itu. Namun jika ditilik lebih jauh lagi sejarah datangnya agama Islam ke Cambodia berasal dari para pedagang yang sebagian besar berasal dari Malaysia, bahkan banyak juga orag-orang Cambodia yang belajar agama gratis di Malaysia. Nah mengenai project saya adalah mengetuai sebuah camp yang meiliki partisipan sejumlah 16 orang dari 9 negara berbeda. Diantaranya yaitu Choi, Mun, Jinny adalah relawan Korea. Yayoi, Kaoiki, Monica adaah orang Jepang. Irene Andrea, Alberto berasal dari Spanyol, Marina dari Prancis, Guilia dari Belgia, Chu Yi dari Taiwan dan Federico juga Anna dari Italy. Camp leadernya adalah saya sendiri Absari dari Indonesia bersama partner dari Cambodia yaitu Banha.




Inilah mereka orang-orang luar biasa dengan segala keunikanya :D
Project yang dilakukan hampir 15 hari ini diisi dengan berbagai kegiatan yang sangat menyenangkan. Yaitu kegiatan membangun jembatan kayu yang tujuanya adalah untuk membantu komunitas Trapaeng Shangke dalam hal transportasi dan sarana untuk menghubungkan antara satu ruang dengan ruang yang lain pada bungalow di sana. Selanjutnya adalah kegiatan picking seed atau mengumpulkan biji mangrove di hutan Mangrove untuk menuju kesana dibutuhkan waktu selama 1 setengah jam naik kapal mesin. Tujuanya adalah untuk mencari biji yang diteruskan dengan menanam benih mangrove yang dapat dibudidayakan untuk di tanam di pesisir. . To be continued untuk membaca lebih lanjut bagaimana cerita di hutan mangrove dan cerita membangun jembatan kayu juga traveling di Cambodia beserta keunikannya 



kita dalam perjalanan

Inilah kami dengan perbedaan yang saling meyatukan kekuatan untuk bekerja bersama  berjuang bersama ¬¬¬



Sabtu, 02 Januari 2016

Keyakinan

perasaan ini seakan carut marut
dengan berbagai kesibukan yang tidak pernah surut
namun apa yang bisa disebut
hanya keikhlasan untuk terus menjalaninya tanpa takut

setiap detik akan terus melaju..
bagai ombak yang terus berlalu
membawa pasir menggebu-gebu
semua terasa pasrah tek berseru

disini ,,,kuberdiri,,,
bukan untuk mati namun bangkit lagi
menapaki dunia terjal yang mendaki
tak pernah tahu dimana titik akan kudapatkan mentari
tapi yang pasti adalah menanti dengan hati
tanpa berpikir dua kali
semua serasa cepat menapaki hidup ini

ku selalu mencoba menemukan titik terang disetiap keadaan
bukan menjadi pecundang keterpurukan
namun memilih untuk tetap kuat dalam menghadapi masa depan
tak pernah pantang untuk meneguhkan
setiap waktu dan moment yang siap menerkam
berharap dan hanya berharap kedepan bahwa hidup pasti akan berakhir sesuai keinginan

yang bisa kunyatakan sekarang hanyalah perasaan kosong yang tak beralasan..
namun apa daya itu yang saat ini  dapat kulakukan
namun diri ini selalu mencoba bangkit untuk menang disetiap keadaan
karena kutahu tidak akan pernah ada kesia-siaan
setiap kita yakin dalam menempuh tujuan

hai kawan ....
ku bisikkan kau apa arti dari kesabaran,,
tidak semata-mata menunggu untuk melakukan
namun kesabaran tidak lain adalah suatu kekuatan
hati dan pikiran
untuk terus ikhlas dalam menapaki setiap cobaan..

Yakinlahhhhhhhhhh...
dengan kesabaran dan keikhlasann
semua akan berjalan
seperti apa yang kita harapkan
:)

Jumat, 01 Januari 2016

Cerita Hari Ini



Cerita hari ini
Kali ini bukanlah sebuah puisi ,,
Namun sebuah cerita dari sahabat lama yang menyentuh hati
Dari sini kutunjukkan kau apa arti dari sebuah kedewasaan diri,
Bahwa  yang kau pikir semata-mata semua yang telah kau alami adalah mimpi buruk yang menggerogoti hati
Namun tak lain itu adalah sebuah ujian dari Sang Illahi
Dimana kamu akan merasakanya dan menyadarinya nanti
Ketika kamu telah sendiri benar-benar sendiri tanpa orang tuamu menemani,,

Bukan persoalan waktu dan sesuatu yang membuat kamu sedih
Namun sebuah penyadaran diri untuk lebih tangguh nan gigih
Yahh,, disinilah persoalan rumit nan perih
Ayah bunda mu tak pernah merintih
Ataupun menanyakan kabar tentang kamu yang telah letih
Katamu itu sebuah petir yang membuat pedih

Namun yakinlah takkan ada orang tua yang ingin anaknya tidak bahagia…
Ini hanyalah proses yang dapat membuat kamu menyadarinya
Sejujurnya mereka juga tau perasaan buah hatinya
Jika kamu hanya terus dan terus memandang dari sebelah mata
Dari sisi luarnya saja
Maka itulah sebenar-benar malapetaka yang menjerumuskan kamu akan siksa
Siksa batin yang mana kamu tak pernah tahu dan tak menyadarinya


Dari sini aku berikan kamu nasehat wahai sahabat
Ini lah jalan hidup yang harus kau beri hormat
Pada siapa kelak kamu akan berlabuh untuk selamat
Jika tidak dengan orang tuamu kamu terikat??

Yakinlah,,,positiflah,,,kamu lebih baik 100 kali lebih baik dari mereka
Orang-orang yang tidak memiliki ibu dan bapa
Mereka mati-matian bermimpi untuk mendapatkannya
Hanya bisa memimpikanya
Namun nestapa ,,,itu takkan pernah ada
Jadi kenapa kamu tidak belajar dari kepedihan mereka
Dimana kamu telah banyak sekali dukungan dan berbagai limpahan kasih sayang yang selama ini dari orang tua?

Disini akhir cerita,,
Kuberitahu kau arti sebuah cinta
Cinta sejati bukanya sebuah obsesi diri nan menjadi api
Namun cinta sejati adalah rela memberi bukan diberi
Salam cinta dari hati untuk sahabatku yang sedang merenung diri
Merekahlah bak bunga mawar di pagi hari
Laksana peri yang menyemangati sepucuk cinta dari embun pagi…
Kamu bisa melaluinya dengan berani
Yakinlah pada diri sendiri
Salam dari diri ini yang mungkin takkan bisa memberimu daripada hanya sebuah puisi dan imaji
:)


Tahun Baru

Tahun Baru

Lembar tahun baru telah dibuka..
Semua akan memulai dengan gembira..
Namun terdapat konsekuensi bagi kehidupan agar tertata..
Tak pernah tahu kehidupan itu seperti apa,,
Namun manusia hanya sanggup menantikanya,,
Senang ..sedih,,,susah,,,dan bahagia adalah bumbu rasa,,,di kehidupan yang fana...

Sementara waktu berlalu sesekali kita memahami
Memahami pola-pola kehidupan surgawi,,
Bahkan kadang tentang kegelapan pun tak terelak lagi,,
Lika-liku kehidupan kan terus terjadi,,
Tanpa tahu arah yang pasti,,
Namun kunci semua ini adalah rahasia Sang Illahi,,
Laksana membatu menapaki jalan hidup ini..
Kekuatan pikiran menembus imaji...

Berlakulah seperti mentari yang takk pernah enggan untuk menyinari,,
Meskipun kadang tertutup awan tak tertapaki,,
Namun selalu ikhlas mlakukanya untuk memahami dan memberi,,
Bukan tanpa alasan yang berarti,,
Yang ada hanyalah seberkas sinar yang menyinari,,,
Mentari...
Hati...dan sebuah harapan juga mimpi,,,


Mulailah menata diri,,hati,,dan ragawi,,
Di tahun baru nanti..
Tantangan-tantangan baru akan mulai muncul lagi..
Tak pernah terduga pasti,,,
Namun kita hanya dapat merecana dan menanti..
Apa yang akan terjadi,,
Yang dapat diharapkan adalah sebuah mimpi,,
Mimpi untuk menjadi tinggi...
Menapaki kesuksesan diri ,,,
Untuk diri yang belum mati...