Selasa, 30 Juni 2020


Pejuang Kurma



Cerita ini mungkin bukan seperti cerita fiktif pada umumnya, karena ini... salah satu kenangan yang masih terus akan berlanjut sampai entah nanti maut memisahkan akhirnya.

Berawal dari bertemunya empat sekawan. Kami dipertemukan secara tidak sengaja dari awal tahun 2017. Komunitas RISET yang terkenal di fakultas itu salah satu markas besar kami.

Bukan ...bukan markas, tapi tempat berjuang dan berdiskusi bersama.

Penemuan-penemuan baru dan ide cemerlang selalu datang memenuhi tempat itu.

Perjuangan mengelola organisasi, penemuan keluarga yang sama sama senasib seperjuangan juga ditemukan disini.

Hai , pernahkan kamu menemukan sebuah tempat ternyaman untuk bercerita dan berkeluh kesah selain di keluarga ?

Atau, pernahkah kamu mendapatkan ukhuwah tersolid yang pernah ada selama hidup untuk saling mengingatkan tetap lurus di jalan Nya?

Atau, mungkin.... pernahkah kamu temukan seorang yang benar benar ada disaat suka dan duka? Selain kekasih hati tentunya J

Tapi disini, pertanyaan itu terjawab. Jika banyak orang yang mengatakan SMA adalah masa masa terindah, asal tahu saja kalau kuliah ternyata juga bisa jauh lebih indah.

Hai perkenalkan ...kami Pejuang Kurma. Pertama kali dengar pasti terkesan aneh bin ajaib. Kurma? Maksudnya pejuang makan kurma? Bukan.

Pejuang kurma adalah kita. Pejuang Sesurga seirama. Terdengar klise, tapi ini juga sebuah doa.

Awalnya tanpa sengaja pertemuan itu berlangsung, Tapi mungkin takdir juga salah satu yang mempertemukan. 

Lauh mahfudz Nya telah lebih dulu mencatat.

Bahwa kami, Absa, Pony, Af-af, dan Shobi ditakdirkan ada salah satunya untuk bertemu satu dengan yang lainya J.

Uniknya kami mungkin sangat berbeda satu dengan yang lainya. Tapi perbedaan itulah salah satu alasan kenapa kita bisa bersama.

Absa mungkin seorang paling banyak omong yang pernah ada, paling bikin gaduh dan tersensitif diantara semuanya. Tapi jangan salah paling sayang sama semuanya juga J

Pony seorang baik hati, kalem, lemah lembut, keibuan dan tentunya rajin menabung J paket lengkap kan J (masyaAllah)
Af-af seorang baik hati banget, ga pernah marah, pinter fisika, dan suka (punya banyak adek adek wkwkw ups bercanda) J (baik banget)
Shobi seorang pemimpin, paling tegas, dan mungkin paling dewasa J (Bapakable eh uda ada yang punya hh)
Dari mereka banyak sekali pelajaran hidup yang bisa dicontoh, bisa diambil pelajaran, dan bisa diabadikan.

Hai kawan Pejuang Kurma, terimakasih atas semuanya. Mungkin banyak salah kata yang kadang tidak terasa keluar begitu saja. tapi itulah bumbu, agar kisah kita lebih berwarna dan banyak rasa J
Dunia mungkin memang hanya sebentar, namun ukhuwah dan doa-doa terbaik semoga selalu dapat menjadi kado terindah yang tidak hanya sampai di dunia saja, tapi sampai Arsy-Nya. Aamiin.
Kupersembahkan puisi ini untuk kawan kawan ku Pejuang Kurma...



Doa Pejuang Kurma

Dari kalian lah kata perjuangan ada

Tidak sesederhana berjuang, tapi sajak peluh dan pengorbanan juga mewarna disana

Ketika bulir ombak datang menerpa

Seperti berita duka yang menyayat hati nestapa

Namun seakan angin sejuk beraroma datang menerpa

Setelah pejuang kurma datang menyapa

~

Seperti apakah hati kalian tercipta hai pejuang kurma?

Detik waktu, baja tenaga dan kepunyaan bukan lah apa apa

Kebersamaan menjadi kekuatan ajaib untuk bangkit akhirnya

Seperti semut yang akan menguatkan ketika bersama

~

Bukan berarti satu cawan kesalahan menjadi cambuk selamanya bagi kita

Sebaliknya sikap bijak pemaaf seluas samudra balasanya

Itulah pejuang kurma

Tanpa pamrih dan dendam rasa

~

Doa terbaik dari seorang yang masih memperjuangkan cita

Tetaplah menjadi pejuang tangguh sekuat baja dan terus gapai cita setinggi langit disana

Hai, kalian luar biasa

Dengan keunikan dan khas apa adanya

Percayalah perjuangan kita tidaklah sia-sia

Kamu berhak mendapatkan semua nya

Karena Dia Maha Mengabulkan Doa

Yakin kita akan tetap bersama 

Hingga mungkin anak cucu telah lahir didunia

Dan kita bisa tertawa dan bercerita mengenang semuanya

Tetaplah menjadi sahabat yang ada dikala suka dan duka

Entah siapa yang akan meninggalkan dunia fana pertama

Namun bukan itu hakikatnya

Bahwa ukhuwah terindah yang lurus dijalan Nya menjadi kekuatan bersama

Semoga kita termasuk hamba Nya yang bisa menggapai surga Nya

Seperti nama perjuangan kita Pejuang Kurma

Pejuang Sesurga Seirama
J

~

Hai, satu pesanku

Ketika nanti sudah tak bersamaku

Kuharap doa terindah selalu bernaung dihati sahabat-sahabatku

Agar Dia memberikan keridho-an Nya kepada aku dan kamu

Bahwa kita juga pernah bertemu

~

Akhir pesan terindah

Jadilah selalu baik dan bermanfaat seperti apa yang telah kalian ucapkan sudah

Bahwa kita sejatinya hanya makhluk tak berdaya Nya yang mengharap surga terindah

Tetap semangat dalam balutan doa seperti matahari yang cerah

Yang berakhir bahagia dan penuh berkah

~
Salam hangat penuh cinta,
dari seorang pejuang kurma


Magelang, 30 Juni 2020





Sabtu, 11 April 2020


Menjadi Tua

Hal yang tak banyak manusia sadari dan pikirkan....
Adalah ketika menjadi tua...
Tulang yang tak mampu bergerak lagi....
Gigi yang sudah tanggal dan ompong...
Kulit keriput yang tidak kencang lagi...
Tubuh lemah yang tak kuat lagi....
Berjalan tertatih .. hanya untuk mengambil sesendok gula di lemari sana...
Untuk apa hidup?....
Terbesit pikiran ketika usia mulai senja...
Ketika, semua mimpi indah pada masanya telah tercapai dan berlalu begitu saja...
Apakah aku sudah melakukan sesuatu yang benar?
Apakah aku tidak menyia-nyiakan hidupku dulu, ketika masih muda dengan semangat membara?
Tapi tidak... Tidak untuk memikirkan hal itu...
Bahwa yang terpikirkan adalah ..
Siapa yang menemani?
Siapa yang peduli?
Adakah?
Atau, Masihkah?
Akankah anak-anak yang telah aku lahirkan akan menemani sampai akhir nafas di kerongkongan ini?
Tapi tidak
Hidup ini terlalu singkat  jika hanya untuk membenci...
Kenapa harus membenci?
Jika ini memang takdir yang harus dihadapi
Maka hadapi...
Bahwa mungkin kesabaran ini adalah ladang pahala
Pahala yang mungkin akan diberikan Allah pada makhluk renta
Yaitu orang tua yang tak akan mengharap balas pada anaknya

Sabtu, 04 April 2020

LOVE will find the way


No matter how hurts our soul
No matter how hard our effort
No matter how bleeds our tears
But just one thing that we should believe
That love will find the way

Cause God will give the way
The best way to love
And cause love will find the way


Saat ini .. masih disini dengan kesunyian yang sama.
Sayup jauh lagu “Nothing Gonna Change My Love for You” terdengar
Sekilas seperti menampakan impian beberapa tahun yang akan datang ,,,masih lama,, tapi akan terasa cepat juga,,,mungkin sebentar lagi,,,
Bahwa sebelum kita dipertemukan, kata-kata itu akan masih sama terucap dalam hati....

Bahwa “Tidak akan berubah cintaku padamu”...
For you, someone who God will give the way





Minggu, 27 November 2016


TOPENG

Ungkapan kata sejatinya adalah ungkapan hati dan pikiran yang saling terakumulasi menjadi satu kesatuan

Selayaknya mata memandang yang akan terus merefleksikan cahaya oleh berkas sinarnya

Semua serasa seperti momok sistem yang saling terkait satu antara lainya

Demikian rupa dan segala isinya

Seakan perbedaan pandang yang termuat 

Adalah setiap bait yang tersirat

Namun pandang hanyalah pandang

Tak bermakna tak bersuara

Bak topeng yang diam tergurat wajah bayang yang saling mengikat

Setiap siratanya adalah makna yang hanya tergambar

Bukan sosok sebenarnya yang sejatinya terpandang

Biarlah kata dan fikiran yang saling terka yang mampu menyuarakanya

Namun keterkaan siapa sangka yang tersua adalah jati diri yang sebenarnya

Hanya tutur dan pembuktian yang akan menyuarakan sebenarnya



Puncak-Nya

Ketika senja dan fajar adalah 2 perbedaan tipis dalam penglihantanya
Sama halnya dengan awan dan kabut yang sama putih dan rupanya
Demikian adanya dengan sisi lain yang belum terkuak seperti apa keterpiawaian untuk saling membeda diantara kediamanya

Seperti kabut kabut yang menyerubut tak tentu arah dan tujuan

Hanya ,,untuk membedakan dimana kebenaran dan kesalahan yang selama ini terbuang entah kemana tak terlihat mata

Bahkan sisi kehidupan ini sesaat pula terasa sulit karena hanya menyerupai yang diserupai oleh rasa keterasaan asa

Masa masa yang sulit terlihat biasa saja

Namun keterbelakangan serasa seperti istimewa

Inikah yang dinama dengan fana

Tatapan kosong dan terbuka seperti serasa sama

Tak dapat membeda bahkan membela

Yang terasa hanya satu tujuan nyata

Penuh kelurusan jiwa nan satu impian bernyawa
Itulah keindahan nan sebenarnya
Wahai jiwa jiwa penerus asa
Teruslah berkobar didalam kibaran bendera di pucuk sana
Bahwasanya hanya langkah pasti yang selama ini dicari
Teruslah berada dipuncak tertinggi
Dengan satu tujuan pasti
Dia lah yang selalu dinanti
Wahai Illahi Rabbi,,,,


PERJALANAN KE CAMBODIA
 Cerita ini berawal ketika saya memutuskan untuk mengikuti program exchange camp leader yang diadakan oleh organisasi saya namanya adalah GREAT (GERAKAN KERELAWANAN INTERNASIONAL). Awalnya senior saya menawarkan untuk berangkat pada tahun 2015 lalu namun karena ternyata persiapan belum matang akhirnya sampailah di bulan 24 Juli 2016 saya memutuskan untuk pergi ke Cambodia. Inilah perjalanan traveling saya dimulai. Pergi ke negara lain dengan kegiatan yang bermakna adalah keinginan yang begitu ingin saya wujudkan.
Perjalanan di Cambodia adalah perjalanan yang tak kan terlupakan selama hidup ini. Bagaimana tidak dengan penuh perjuangan dan perjalanan sendiri yang begitu melelahkan akhirnya berujung dengan pengalaman dan ilmu yang tak ternilai. Hampir 3 bulan lamanya menunggu untuk bisa mengikuti kegiatan Exchange Camp Leader ini. Traveling sekaligus melakukan pengabdian dengan membawa nama bangsa adalah perasaan bangga tersendiri. Indonesia ternyata bukanlah satu-satunya negara yang masih berkembang, penduduknya berkulit cokelat, memiliki 2 musim, dan masih kurang dalam hal pendidikan dan lainya,  inilah negara yang hampir 70% mirip dengan Indonesia adalah Cambodia. Cambodia adalah negara dengan status masih berkembang dengan kebanyakan penduduknya dihuni oleh sebagian kalangan Cina dan Mongol masih sama seperti Indonesia. Namun mayoritas penduduk negaranya adalah Budha, kita bisa menemukan banyak pagoda dimana-mana namun untuk masjid hanya di sebagaian daerah khusus muslim. Bahasa mereka adalah Bahasa Khmer yang susah dipahami oleh orang awam  seperti saya. Rumah-rumah kebanyakan di daerah pedesaanya masih menggunakan kayu dan panggung namun jangan salah rumah kayu dianggap lebih mahal dan bergengsi dibandingkan rumah dengan bangunan tembok disana. Hewan yang banyak ditemukan adalah jenis sapi putih, yang mengherankan adalah jenis sapi disana sangat kurus dan selalu dbiarkan dipinggir jalan untuk mencari makan sendiri. Orang-orang Cambodia tergolong sangat ramah dan senang membantu terutama dengan foreign atau pendatang. Terdapat cerita yang sangat mengharukan dan sangat konyol dengan penduduk Cambodia disana. Namun pada awal ini akan saya ceritakan bagaimana awal kedatangan saya menuju negara Seribu Pagoda itu.

Perjalanan saya berawal dari Jogja dengan menaiki kereta dari Stasiun Tugu menuju ke Jakarta Stasiun Gambir. Masih ada 1 jam untuk menunggu kereta, sebelah saya adalah seorang bapak separuh baya yang sangat sopan. Beliau mulai berkenalan dan menceritakan kisah hidupnya dan mulai percakpan dengan bertanya-tanya tentang asal-usul saya. Traveling memang memiliki bumbu tersendiri ketika dapat berkenalan dengan orang yang belum pernah diketahui sebelumnya. Akhirnya bapak bapak yang belum sempat saya ketahui namanya tersebut masih lama kereta nya dibandingkan saya padahal sebelumnya bapak itu mengatakan “ hayo mbak duluan siapa keretanya, nanti saya pasti duluan …” saya hanya tersenyum kecil dalam hati.  Perjalanan yang menempuh 7 jam tersebut sangat menyenangkan. Sampai di Jakarta lumayan terkejut dengan keadaan yang berbeda dari 3 tahun lalu  ketika saya ke Jakarta dulu. Lebih bersih dan lebih tertata. Namun masih sama dengan orang orang yang sangat ramai . Flight yang diharuskan transit d Kuala Lumpur adalah pengalaman pertama yang sedikit membuat saya nervous. Pasalnya bandara yang besar dan membingungkan. Namun setelah sampai disana akhirnya lega karena tidak sesulit yang dibayangkan. Manusia memang sering membayangkan dulu sebelum melakukan. Ini pelajaran pertama yang dapat diambil. Sampai di Kuala Lumpur hampir sedikit kagum karena negara ini satu tingkat lebih maju dibandingkan Indonesia. Memiliki banyak pohon kelapa sawit yang melimpah. Penghasilan rata-rata yang melebihi buruh Indonesia. Bahasa yang hampir mirip yaitu melayu namun masih tetap berbeda dengan Bahasa Tanah Air Indonesia. Awal bertemu orang Malaysia memang sangat ramah apalagi sama sama muslim, namun ketika ditanya “Awak orang mana?” ,,”Indonesia” jawabku. Mereka langsung mengerutkan muka. Entah karena sudah menjadi berita turun temurun bahwa Indonesia dan Malaysia sering terdapat perebutan daerah atau karena masalah TKI dan lainya 
Menuju Cambodia sangat menyenangkan pasalnya di pesawat bersebelahan dengan white baby dari Jepang. Lucu,,dan imut,,suka anak kecil . Mengobrol dengan ibunya yang sedikit bisa berbahasa Inggris. Namun sangat ramah kebiasaan orang Jepang. Sesampai di Cambodia perasaan haru tersendiri, tanah merah yang menjadi ciri khasnya dan bangunan yang dominan berwarna kuning memliki cita rasa tersendiri bahwa saya sudah sampai Cambodia.

Dibandara sempat bingung untuk mencapai arrival gate. Dimarahin petugas karena tidak bisa Bahasa Cambodia hh menggelikan. Akhirnya di pintu keluar dijemput oleh staff CYA (CAMBODIA YOUTH ACTION) Mr Thangdy namanya. Orang yang baik, sedikit bicara, cool, pelindung, dan gentelmant. Naik tuk-tuk pertama kali untuk sampai di office CYA. Perasaan yang sangat menyenangkan akhirnya naik tuk tuk juga,, inikah yang namanya tuk-tuk.. aku terkagum yaitu kendaraan roda 3 yang hampir sama dengan becak motor :). Hal yang paling mengherankan adalah, Cambodia bukan Eropa, namun mata uangnya adalah dolar dan Riel. Satu lagi, naik tuk tuk 5 menit bayarnnya serupa dengan perjalanan jogja semarang dengan bis patas . Transportasi Cambodia memang paling mahal, mungkin perlu untuk membawa motor sendiri untuk traveling disini hhh. Di jalanan Phnom Phen yang merupakan ibu kota Cambodia masih terlihat seperti Jakarta tahun 70 han. Bukan apa apa memang kenyataanya seperti itu, mungkin dikarenakan adanya insiden pembantaian orang orang cendekia sekitar 10  tahun yang lalu. Namun jangan heran mobi mobil mewah sangat banyak ditemukan disana. Sampai di office istrahat. Malam diajak berkeliling Phnom Phen dengan motor matic Cambodia dan dinner dengan makanan China. Terong bakar dengan bumbu kacang memiliki selera yang sangat mantab untuk malam itu. bertemu dengan partner nge camp bareng Banha namnaya (Cakep, pintar, namun sedikit,,,haha/0). Mengobrol bersama sama.
Satu hari di Cambodia sangat bersemangat, melanjutkan perjalanan menuju ke CYA learning Center yaitu salah satu project CYA tentang education. Sarapan pagi adalah KFC , karena susah menemukan makanan halal disana. Perjalanan di Kampot Province sekitar 4 jam menggunakan mobil van. Perjalanan dimulai. Berhentilah di sebuah toko roti di perbatasan Phnom Phen. Roti yang masih membuat kangen adalah roti bantal Cambodia hh.
Sampai di sana akhirnya bertemu dengan teman dari Indonesia yang juga menjadi relawan disana kak Lutfi, saling curhat dan sangat kangen Indonesia …. 2 Hari disana saya diajak untuk langsung mengajar anak anak. Sangat mengagumkan anak anak disana benar benar. Satu jam sebelum kelas dimulai sudah berangkat, kalua anak anak Indonesia mungkin satu jam sesudah baru berangkat . Selalu bersemangat mengikuti kegiatan pembelajaran. Pintr pintar. Dari anak anak TK, SD, SMP. Tempat ini memang sengaja dibangun sebagai pusat belajar Bahasa Inggris untuk anak anak di sekitar pasalnya tempat ini adalah tempat kelahiran presiden CYA yang memiliki inisiatif untuk mencerdaskan anak-anak di daerahnya. Pengajarnya adalah semua relawan dari berbagai negara. Termasuk saya yang sedang ada disana.. Kangen mereka . Pelajaran yang diberikan adalah pelajaran tingkat umum yang lumayan untuk dipelajari anak anak seumuran mereka. Kagum sekali andaikan Indonesia memiliki anak anak yang secerdik mereka,, semoga bisa terlaksana . Satu jam telah selesai untuk mengajar mereka. “Thank you Teacher” kata mereka si imut kecil kecil menggemaskan,, ngangenin …sayang mereka . Hampir satu minggu disana untuk mengajar Bahasa Inggris.
 
(mengajar di kelas)
















Sampailah pada project yang memang tujuan utama saya diajukan sebagai Camp Leader, yaitu di daerah kampong pinggiran yang berbatasan dengan Laut Vietnam. Kampoot Province Trapaeng Shangke Community namanya. Penduduknya sebagian besar adalh muslim. Muka dan cara melakukan sosialisasi dengan orang lain lebh mirip dengan orang Malaysia, entah karena mungkin masih terpengaruh oleh kebudayaan Malaysia atau karena memang kultur yang seperti itu. Namun jika ditilik lebih jauh lagi sejarah datangnya agama Islam ke Cambodia berasal dari para pedagang yang sebagian besar berasal dari Malaysia, bahkan banyak juga orag-orang Cambodia yang belajar agama gratis di Malaysia. Nah mengenai project saya adalah mengetuai sebuah camp yang meiliki partisipan sejumlah 16 orang dari 9 negara berbeda. Diantaranya yaitu Choi, Mun, Jinny adalah relawan Korea. Yayoi, Kaoiki, Monica adaah orang Jepang. Irene Andrea, Alberto berasal dari Spanyol, Marina dari Prancis, Guilia dari Belgia, Chu Yi dari Taiwan dan Federico juga Anna dari Italy. Camp leadernya adalah saya sendiri Absari dari Indonesia bersama partner dari Cambodia yaitu Banha.




Inilah mereka orang-orang luar biasa dengan segala keunikanya :D
Project yang dilakukan hampir 15 hari ini diisi dengan berbagai kegiatan yang sangat menyenangkan. Yaitu kegiatan membangun jembatan kayu yang tujuanya adalah untuk membantu komunitas Trapaeng Shangke dalam hal transportasi dan sarana untuk menghubungkan antara satu ruang dengan ruang yang lain pada bungalow di sana. Selanjutnya adalah kegiatan picking seed atau mengumpulkan biji mangrove di hutan Mangrove untuk menuju kesana dibutuhkan waktu selama 1 setengah jam naik kapal mesin. Tujuanya adalah untuk mencari biji yang diteruskan dengan menanam benih mangrove yang dapat dibudidayakan untuk di tanam di pesisir. . To be continued untuk membaca lebih lanjut bagaimana cerita di hutan mangrove dan cerita membangun jembatan kayu juga traveling di Cambodia beserta keunikannya 



kita dalam perjalanan

Inilah kami dengan perbedaan yang saling meyatukan kekuatan untuk bekerja bersama  berjuang bersama ¬¬¬